PENELITIAN SURVEI

Posted by Aldi Al Bani Friday, January 4, 2013 3 komentar

PENELITIAN SURVEI

Oleh:
Aldi Al Bani dan Hidayatussaliki

Dosen Pengampu: Dr. Wahid Murni, M. Pd. Ak

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Penelitian digunakan untuk menjawab keingintahuan seseorang akan suatu perkara. Dalam penelitian memiliki berbagai jenis, pendekatan, dan metode. Penelitian dilakukan di berbagai bidang, ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya.
Penelitian survei merupakan salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang karakteristik populasi yang digambarkan oleh sampel. Survei juga daap tdilakukan untuk mengumpulkan data terkait sikap, nilai, kepercayaan, pendapat, pendirian, keinginan, cita-cita, sikap, dan prilaku.
Penelitian survei dapat dilakukan diberbagai bidang antara lain, ekonomi, bisnis, politik, pemerintah,  sosiologi, dan pendidikan.
Seorang yang memiliki pekerjaan sebagai pendidik tentu dituntut untuk mengerti dan menguasai berbagai metode penelitian. Dunia pendidikan tentu memiliki berbagai aspek yang harus dan perlu untuk diteliti dalam upaya menyelesaikan permasalahan pendidikan khususnya dalam pembelajaran. Sebenarnya bidang pendidikan merupakan salah satu ranah penelitian. Dalam dunia pendidikan pendidik perlu melakukan penelitian-penelitian untuk mengetahui gambaran sesuatu.
Penelitian survei dalam pendidikan digunakan untuk menghimpun data tentang siswa, seperti tentang sikap, minat, kebiasaan, cita-cita dan lain sebagainya.
Penggunaan metode penelitian ini karena beberapa hal. Pertama, survei bersifat serbaguna (versattility), dapat digunakan untuk menghimpun data hampir di setiap bidang danpermasalahan. Kedua, menggunakan survei dipandang cukup efisien (efficiency) dapat menghimpun informasi yang dapat dipercaya dengan biaya yang relatif muran dengan waktu yang tidak terlalu lama. Ketiga, survei menghimpun data tentang populasi yang cukup besar dari sampel  yang relatif kecil.[1]
Dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan tentang penelitian survei yang terdiri dari pengertian penelitian survei, langkah-langkah penelitian survei, dan berbagai jenis penelitian survei.


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah.
1.      Apakah pengertian penelitian survei?
2.      Bagaimana langkah-langkah penelitian survei?
3.      Apa saja jenis penelitian survei?
C.    Tujuan Makalah
Melihat rumusan masalah di atas, maka tujuan makalah ini adalah.
1.      Mendeskripsikan pengertian penelitian survei.
2.      Mendeskripsikan langkah-langkah dalam penelitian survei.
3.      Mendeskripsikan jenis-jenis penelitian survei.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penelitian Survei
Penelitian survei adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pertanyaan terstruktur/sistematis yang sama kepada banyak orang, untuk kemudian semua jawaban yang diperoleh peneliti dicatat, diolah, dan dianalisis. Pertanyaan yang terstruktur biasanya disebut quesioner. Quesioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, berhubungan di antara variabel yang ada, atau bisa juga pengalaman dan opini dari responden.[2]
Penelitian survei merupakan kegiatan penelitian yang data pada saat tertentu dengan tiga tujuan penting, yaitu: 1) mendeskripsikan keadaan alami yang hidup saat itu, 2) mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk dibandingkan, dan 3) menetukan hubungan sesuatu yang hidup  di antara kejadian   spesifik.[3]
Secara sederhana penelitian survei merupakan cara untuk mengumpulkan informasidengan menggunakan isntrumen penelitian (pedoman wawancara atau angket) yang diajukan kepada responden yang bertujuan untuk meneliti karakteristik atau sebab akibat antar variabel tanpa adanya campur tangan peneliti.

B.     Langkah-Langkah Penelitian Survei
Dalam melakukan sebuah penelitian tentu ada langkah-langkah yang harus ditempuh untuk bisa mendapatkan data yang dicari dengan menggunakan berbagi teknik pengumpulan data untuk mencapai apa yang menjadi tujuan peneliti melakukan penelitian. Para ahli berbeda-beda dalam menetapakan langkah dalam penelitian survei mulai dari yang sangat simpel sampai yang terperinci. Ada tiga langkah terpenting yang menentukan keberhasilan penelitian survei (Babbie, 1982), yaitu: 1) mengembangkan atau membuat angket, 2) memilih sampel, dan 3) mengumpulkan data dengan wawancara atau angket.[4]

Menurut tokoh lain, penelitian survei ada beberapa langkah yang harus ditempuh terutama yang menggunakan jasa pos (McMillan & Schumacher, 2001), antara lain:
1.      Merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus. Langkah yang harus dilakukan peneliti pertama kali sebelum melakukan penelitian survei adalah merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum merupakan rumusan yang bersifat umum tentang apa yang ingin dicapai dengan penelitian yang dilakukan, sedangkan tujuan khusus adalah rumusan tentang sasaran-sarasan yang lebih spesifik yang ingin dicapai.
2.      Memilih sumber dan populasi target. Langkah selanjutnya adalah menentukan populasi target yang akan dicapai.keluasan wilayah, penyebaran populasi, dan besarnya populasi akan memengaruhi waktu, dana, dan jumlah personil yang diperlukan. Beberapa sumber daya ini harus ditentukan bersamaan dengan penentuan populasi target.
3.      Pemilihan teknik dan pengembangan instrumen pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data yang objektif dan akurat diperlukan instrumen yang valid, yakni mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkan. Ada dua jenis teknik pengumpulan data dalam penelitian survei pada umumnya, yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara dan angket. Pedoman wawancara biasanya digunakan jika survei dilakukan melalui wawancara (langsung), adapun angket digunakan ketika pengumpulan data dilakukan secara tidak langsung.
Pedoman wawancara dan angket dalam penelitian survei biasanya bersifat tertutup, atau telah disediakan alternatif jawabannya.
4.      Petunjuk pengisian. Petunjuk pengisisn sangat diperlukan dalam penelitian surver dikarenakan penelitian survei bisanya dilakukan tanpa kehadiran peneliti atau responden mengisi angket sesuai penafsirannya sendiri. Petunuju ini harus jelas apa yang dimaksud dengan edaran angket tersebut dan bagaimana pengisisnnya.
5.      Penentuan sampel. Pemilihan sampel merupakan langkah yang penting dalam penelitian survei. Sampel harus mewakili populasi baik dari segi jumlah dan karakteristiknya. Kemampuan responden dalam menjawab angket juga harus menjadi pertimbangan dalam hal ini.
6.      Pembuatan alamat. Pengumpulan data yang menggunakan jasa pos harus mencantumkan alamat dengan terang dan jelas, dan mudah untuk dijangkau, baik alamat responden maupun alamat peneliti.
7.      Uji coba. Pedoman wawancada dan angket sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahhulu terhadap sekelompok orang dari populasi target yang tidak termasuk sampel yang akan mengisi instrumen pada penelitian yang sebenarnya.
8.      Tidak lengkap dan tidak mengembalikan. Pelaksanaan penelitian survei dengan menggunakan jasa pos sering kali kembali dengan jawaban yang kurang lengkap (semua), mininal 70% merupakan rata-rata rate yang terjawab lengkap berarti angket tersebut cukup baik. Jika terjadi hal seperti ini, maka harus ada pengiriman lanjutan pada sampel lainnya.
9.      Tindak lanjut. Apabila angket yang kembali kembali kurang dari 70% terutama yang dilakukan melalui via pos, maka harus dilakukan harus dilanjutkan kegiatan tindak lanjut. Responden yang dikirimkan bisa saja dari yang lama dan bisa juga respnden yang baru dengan jarak waktu tenggang satu sampai dua minggu dari pengiriman pertama.[5]
Ada juga pendapat lain mengenai langkah-langkah melakukan penelitian survei menurut Rea dan Parker. Antara lain: (1) identifikasi fokus kajian dan metode penelitian; (2) membuat anggaran dan jadwal penelitian; (3) membentuk kerangka teori dan hipotesis; (4) menetukan teknik samling; (5) menetapkan ukuran dan pemilihan sampel; (6) mendesain instrumen penelitian survei; (7) menguji instrumen penelitian survei; (8) memilih dan melatih pewawancara; (9) implementasi penelitian survei; (10) mengumpulkan jawaban angket yang lengkap dan memasukkan data ke komputer; (11)  analisis data dan laporan terakhir.[6]
Seluruh langkah-langkah sebagaiman di atas walaupun berbeda-beda antara satu tokoh dengan tokoh lainnya tidak membuat tujuan penelitian itu berubah. Langkah-langkah yang ada hanya sebagai penuntun agar apa yagn menjadi tujuan dari penelitian survei ini tercapai sesuai dengan prosedur penelitian yang benar.

C.    Jenis-Jenis Penelitian Survei
Penelitian survei mempunyai banyak variasi dalam pelaksanaannya. Di bidang pendidikan dan tingkah laku penelitian survei minimal dapat dikelompokkan menjadi lima macam bentuk, yaitu, survei catatan, survei menggunakan angket dengan memanfaatkan jasa pos, survei melalui telepon, survei dengan wawancara kelompok, dan wawancara individual.
1.      Survei Catatan
Survei ini juga disebut sebagai survey of record, karena dalam kegiatan penelitian ini banyak menggunakan sumber-sumber yang berupa catatan dan informasi nonreaksi. Dalam hal ini peneliti tidak banyak melibatkan jawaban langsung dari orang atau subjek yang diteliti. Objektivitas data yang diperolah lebih kuat dari pada dengan bentuk linnya.
Kelebihan jenis ini antara lain:
a.       Catatan merupakan sumber informasi yang tidak dapat bereaksi terhadap perlakuan apapun dari peneliti,
b.      Sumber yang ada lebih cenderung murah, tetap, dan mudah untuk diakses,
c.       Catatan yang ada memungkinkan dilakukan perbandingan secara historis dan dilakukan analisis kecenderungandari satu keadaan ke keadaan lain yang berbeda, dan
d.      Jika catatan up to date, maka dapat dijadikan acuan perbandingan yang sangat baik.
Kelemahan jenis ini antara lain:
a.       Peneliti terhalang dari dengan sumber catatan yang memiliki sifat confidential atau rahasia negara, kelompok, dan pribadi,
b.      Sumber catatan ada kemungkinan untuk tidak lengkap, tidak tepat, dan kadaluarsa,
c.       Catatan pada umumnya hanya berupa informasi faktual yang masih memerlukan kajian lebih lanjut guna mencapai kebermaknaannya.
d.      Dll.[7]

2.      Survei Menggunakan Angket
Metode angket dalam penelitian survei biasanya didistribusikan kepada responden dengan bantuan jasa pos. Bagi negara yang masyarkatnya telah maju dalam pendidikannya, penelitianini termasuk aman, namun di negara yang belum maju masih memerlukan kecermatan secara intensif.
Kelebihan metode ini:
a.       Pembiayaan murah dibandingkan dengan teknik lainnya,
b.      Jangkauan kepada responden dengan jumlah besar dan jauh,
c.       Dapat direncanakan dengan penampilan angket yang bagus, menarik, atau sederhana,
d.      Dapat diadministrasikan dengan lebih mudah, dan
e.       Pengisian dapat dilakukan dengan tanpa harus menyebutkan nama responden.
Kelemahan metode ini:
a.       Kemungkinan terjadi tingkat pengembalian rendah,
b.      Tidak ada kepastian bahwa pertanyaan dalam angket dipahami oleh responden, dan
c.       Tidak ada kepastian bahwa yang menjawab adalah responden yang dimaksud peneliti.[8]
3.      Penelitian Survei Melalui Telepon
Penelitian ini dengan menggunakan buku petunjuk telepon (buku kuning) menghubungi responden, kemudian mengutarakan maksud dan tujuan peneliti memperoleh informasi dari mereka.
Kelebihan penelitian survei melalui telepon antara lain:
a.       Lebih murah dibandingkan dengan metode wawancara langsung,
b.      Memungkinkan menghubungi responden dalam jumlah besar,
c.       Dapat dilakukan dalam waktu fleksibel,
d.      Dapat mencakup daerah yang luas, sesuai domisili responden,
e.       Responden merasa lebih mudah dalam berkomunikasi.
Kelemahan survei via telepon antara lain:
a.       Banyak penduduk yang belum memiliki telepon,
b.      Mengganggu hak kerahasiaan seseorang,
c.       Hilangnya beberapa keuntungan yang ada pada wawancara langsung seperti ekspresi eajah, gerak badan, dan lingkungan rumah responden.[9]
4.      Survei Menggunakan Wawancara Kelompok
Teknik ini mirip dengan wawancara perorangan. Peneliti dalam menggali informasi dari grup, memungkinkan  terjadinya interaksi dari kelompok dan dengan peneliti, sehingga menghasilkan suatu gambaran yang lebih baik tentang keadaan subjek atau objek yang diteliti.
Keuntungan menggunakan teknik ini antara lain:
a.       Lebih efisien dan lebih murah dibandingkan wawancara individual,
b.      Hasil survei lebih merefleksikan tingkah laku kelompok dan merupakan hasil konsensus antar responden,
c.       Menunjukkan adanya interaksi kelompok dalam suatu lembaga,
d.      Dapat merangsang prosuktifitas yang lebih tinggi di antara kelompok.
Kelemahan teknik ini antara lain:
a.       Interaksi antara kelompok memungkinkan terjadi rasa terintimidasi perbedaan yang ada dalam tiap individu,
b.      Menimbulkan terjadinya loyalitas kelompok yang bisa memengaruhi keadaan kelompok tersebut,
c.       Kemungkinan terjadinya manipulasi oleh anggota grup yang memiliki kelebihan, seperti pandai bicara dll.[10]
5.      Survei Dengan Menggunakan Wawancara Individual
Survei model ini menggunakan pendekatan konvensional, dengan wawancara perorangan. Hal ini akan berhasil jika peneliti merasa lebih tertantang untuk melakukan eksplorasi permasalahan dengan informasi yang terbatas.
Kelebihan modek ini antara lain:
a.       Lebih bersifat personal,
b.      Wawancara yang lebih mendalam dengan jawaban bebas,
c.       Proses lebih fleksibel dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada,
d.      Kemungkinan bagi peneliti memperoleh informasi tambahan dari bahasa tubuh dan nada suara,
e.       Lingkungan rumah dapat meningkatkan ketepatan teknik wawancara.
Kelemahan teknik ini antara lain:
a.       Lebih mahal dan memrlukan waktu yang lama,
b.      Terjadinya manipulasi terang-terangan dari pewawancara,
c.       Kemungkinan terjadi konflik pribadi,
d.      Memerlukan keterampilan berwawancara, dan
e.       Kemungkinan sulih menyimpulkan hasil wawancara.[11]
Demikian beberapa jenis penelitian survei dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal yang terpenting adalah kesungguhan peneliti utnuk melakukan penelitian denga pertimbangan kemampuan, waktu, dan biaya.
  
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ada beberapa poin yang menjadi kesimpulan pembahasan di atas antara lain:
1.        Penelitian surbei merupakan kegiatan penelitian yang mengumpulkan data atau informasi pada saat tertentu dengan tujuan untuk mendeskripsikan keadaan alami yang hidup saat itu, mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk dibandingkan, dan menentukan hubungan sesuatu yang hidup di antara kejadian spesifik.
2.        Ada beberapa langkah dalam penelitian survei antara lain yang palin gsimpel adalah, 1) mengembangkan atau membuat angket, 2) memilih sampel, dan 3) mengumpulkan data dengan wawancara atau angket.
3.        Ada lima bentuk penelitian survei yaitu, survei catatan, survei menggunakan angket dengan memanfaatkan jasa pos, survei melalui telepon, survei dengan wawancara kelompok, dan wawancara individual.
B.     Saran
Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari salah dalam kahidupan ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang terlewatkan oleh penulis. Kemanfaata semoga tertuang dalam tulisan singkat ini bagi yang ingin mengambil manfaat darinya. Amin. 

Daftar Pustaka

Prasetyo, Bambang. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sukmadinata, Nana Syaodih.  2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya


[1] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 83-84
[2] Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005), hal. 143
[3] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 195 
[4] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 196
[5] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 89-90
[6] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 90-91
[7] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 197
[8] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 198
[9] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 198-199
[10] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 199
[11] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hal. 200
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PENELITIAN SURVEI
Ditulis oleh Aldi Al Bani
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://aldialbani.blogspot.com/2013/01/penelitian-survei.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

3 komentar:

nadiya nurfiqhi said...

Kak Aldi, ini artikelnya bagus, ada sumbernya lagi aku izin copas ya, tapi tetep nyebutin sumbernya dari kakak ko...

Makasih ya udah ngepost artikel ini

jonche jonrado said...

mohon bantuannya untuk koreksi surve on line saya apakah pertanyaanya sudah sesuai dan silakan di isi juga

jonche jonrado said...

mohon bantuannya untuk koreksi surve on line
saya apakah pertanyaanya sudah sesuai dan silakan di isi juga

Post a Comment

Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of ALDI AL BANI.