DINASTI SYAFAWI

Posted by Aldi Al Bani Monday, February 28, 2011 0 komentar
Oleh: Aldi Al Bani


A. Kelahiran
Pendiri Dinasti Safawi adalah Syah Isma'il I pada tahun 907 H/ 1501 M di Tabriz, Iran (Persia). Awalnya Dinasti Safawi ini bermula dari tradisi tarekat. Istilah Safawi dinisbahkan kepaad tarekat Safawiyah yang didirikan oleh Syekh Safiuddin Ishaq (650 H/ 1252 M-735 H/ 1335 M) pada tahun 1300-an di Ardabil, barat laut Iran. Kepemimpinan Tarekat Safawiyah dilanjutkan oleh anak cucu Syekh Safiuddin. Syiah dijadikan sebagai ideologi negara pada saat Ismail mengukuhkan dirinya sebagai raja (Syah), dia memproklamirkan Syi'ah Isna Asyariyah sebagi agama negara.
B. Sistem Pemerintahan dan Politik
Pada pemerintahan Syah Tahmasp dia mampu melakukan terobosan besar dalam politik keagamaan dalam pengembangan ideologi dan penyebaran ajaran Syi'ah. Secara administratif struktur organisasi pemerintahan Safawi dapat dibagi secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal, pembagian tersebut didasarkan pada garis kesukuan/kedaerahan, sedangkan secara vertikal mencakup dua jenis: istana dan sekretariat negara. Dalam hal kesukuan suku Qizilbasy, keturunan turki yang menjadi tulang punggung lahirnya Kerajaan Safawi.
Secara singkat kemunculan kerajaan Safawi berawal dari gerakan tarekat kemudian menjadi gerakan keagamaan, kemudian menjadi gerakan politik dan akhirnya terbentuklah Kerajaan Safawi.
Ada tiga fase perkembangan struktur pemerintahan Safawi:
1. Periode peralihan, ketika terjadi banyak perubahan dan penyesuaian banyak struktur administrasi pemerintahan.
2. Syah Abbas I melakukan penataan kembali sistem administrasi Safawi.
3. Fase kemunduran yang mengakibatkan kejatuhan Safawi.
C. Faktor-faktor Kemajuan
1. Pemusatan sistem birokrasi pertanian pada masa Syah Abbas I.
2. Pembenahan pada sistem wakaf.
3. Kemajuan dalam bidang pendidikan.
4. Kemampaun dalam mengatasi gejolak politik oleh Abbas I.
D. Faktor-faktor Kemunduran
1. Kurang pandainya para penguasa dalam mengendalikan sistem pemerintahan.
2. Kurangnya perhatian sebagian raja pasca Syah Abbas I terhadap persoalan sosial kemasyarakatan dan kenegaraan.
3. Adanya penguasa yang kecanduan minuman keras.
4. Melemahnya sistem pemerintahan dan pertahanan serta keamanan Kerajaan Safawi pada masa Syah Safi sehingga Qandarah dan Baghdad jatuh ke tangan Usmani dan Mogul India.
5. Kebijakan pemusatan pemerintahan dan ekonomi yang tidak berhasil.
6. Adanya konflik yang berkepanjangan dengan Kerajaan Usmani.
7. Terjadinya konflik intern dalam bentuk perebutan kekuasaan di kalangan keluarga kerajaan.
8. Pemaksaan faham Syi'ah yang menyebabkan orang-orang Sunni memberontak melalui suku Afgan.
E. Sumbangsih untuk Dunia Islam
Salah satu peninggalan kerajaan Safawi adalah Jembatan Khaju yang dibangun pada masa Syah Abbas I. Dan juga Istana Ali Kapu yang merupakan tempat tinggal para amir waktu itu.

DINASTI MOGUL
A. Kelahiran
Mogul adalah sebuah dinasti yang diperintah oleh raja-raja yang berasal dari daerah Asia Tengah, keturunan Timur Lenk, seorang Turki-Mongol yang lahir di Kesh di Transoksania (Turkistan) pada tahun 1336. Kerajaan Mogul didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur, salah seorang keturunan Timur Lenk pada tahun 1503. Babur adalah generasi ke-5 dari timur Lenk dari pihak ayahnya.
B. Sistem Pemerintahan dan Politik
Kerajaan Mogul secara administratif terdiri dari:
Pertama, Kekuasaan Pusat, kekuasaan yang dipegang secara mutlak oleh seorang raja yang biasa disebut dengan Padsyah. Kedua, propinsi (subah), yang setiap propinsi dipimpin oleh subai dar (gubernur). Ketiga, kabupaten (sarkar). Keempat, kecamatan (perganah).
C. Faktor-faktor Kemajuan
1. Pelaksanaan pendidikan yang cukup mendapatkan perhatian besar oleh pemerintah.
2. Penyediaan perpustakaan yang siap dimanfaatkan oleh siapa saja yang dilakukan oleh pihak kerajaan Mogul.
3. Besarnya perhatian penguasa pada seni, baik seni lukis, musik, dan juga bangunan.
4. Luasnya teritorial Mogul yang menjadi sebab kemajaunnya di bidang pertanian.
5. Kuatnya toleransi antar agama.
D. Faktor-faktor Kemunduran
1. Munculnya gerakan pemberontakan.
2. Penguasa yang memerintah tidak berkompeten.
3. Lemahnya bidang pertahanan.
4. Posisi tertinggi pemerintahan menjadi ajang perebutan.
5. Konflik yang berkepanjangan yang menyebabkan lemahnya pengawasan terhadap daerah-daerah yang telah dikuasai.
E. Sumbangsih untuk Dunia Islam
Peninggalan Kerajaan Mogul yang sangat terkenal adalah Benteng Gwaliar, Taj Mahal yang merupakan mausoleum bagi istri Syah Jehan, Mumtaz Mahal. Taj Mahal merupakna salah satu keajaiban dunia yang selalu dikunjungi oleh banyak orang karena keindahan arsitekturnya. Dan juga Istana Hawa Mahal di Jaipur. Benteng Merah (Red Fort) di Dheli yang berfungsi sebagai Diwan-i-aam. Dan banyak lagi peninggalan-peninggalan bersejarah berupa bangunan-bangunan megah.

DINASTI TURKI UTSMANI
A. Kelahiran
Kerajaan Usmani berawal dari suku bangsa pengembara yang yang bermukim di Asia Tengah, di Laut Utara Kaspia. Mereka termasuk suku Kayi yang terancam keganasan bangsa Mongol. Karajaan Usmani didirikan oleh Usman I, dia adalah anak dari Artagol (w. 1280 M). Dari Usman Inilah di ambil nama bagi kerajaan Usmani.
Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kerajaan Usmani:
1. Hancurnya Dinasti Seljuk Rum.
2. Wilayah Anatolia di bawah Bizantium dalam keadaan bercerai-berai.
3. Pertentangan keagamaan (Kristen) di Balkan.
4. Pertentangan kekuasaandan politik.
B. Sistem Pemerintahan dan Politik
Secara garis besar, Kerajaan Usmani dipegang oleh Sultan Usmani yang berkuasa secara mutlak. Di dalam menjalankan pemerintahan, sultan dibantu perdana menteri yang dikenal dengan sadrazam. Di bawahnya ada gubernur (pasya) yang menguasai wilayah tertentu, dan di bawahnya lagi memerintah seorang bupati.
C. Faktor-faktor kemajuan
1. Kuatnaya sosial politik Usmani, pada beberapa aspek yang mendukung keberhasilan pemerintahan. Sifat yang dimiliki meliputi keberanian, ketaatan kepada pemimpin, kebebasan, kegigihan membela keadilan, kerajinan bekerja dalam kebersamaan, dan ketaatan pada agama.
2. Ditaklukkannya wilayah-wilayah bagian Eropa seperti jatuhnya Constantinopel ke tangan sultan Muhammad II al Fatih pada 1453.
3. Kekuatan militer khususnya Jenissery dan Taujiyah di samping angkatan lautnya yang tangguh.
4. Penghargaan terhadap ajaran agama yang tinggi.
D. Faktor-faktor Kemunduran
1. Luasnya wilayah yang tidak terkontrol dengan baik.
2. Peperangan dengan bangsa Eropa.
3. Terjadinya konflik dalam keluarga.
4. Lemahnya kepemimpinan sultan.
5. Munculnya berbagai pemberontakan.
6. Merajalelanya perampokan dan kejahatan.
7. Timbulnya tindakan ketidakadilan dan suburnya praktek kolusi serta sogokan dengan hadiah yang besar.
E. Sumbangsih untuk Dunia Islam
Munculnya tarekat Naqsyabandiyah yang disebarkan oleh Muhammad bin Muhammad Bahauddin Naqsyabandi yang hingga saat ini masih eksis.

Sumber bacaan
Ensiklopedi Tematis Dunia Islam 2. tt. Khilafah. Jakarta: PT Ichtiar van Hoeve.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: DINASTI SYAFAWI
Ditulis oleh Aldi Al Bani
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://aldialbani.blogspot.com/2011/02/dinasti-syafawi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment

Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of ALDI AL BANI.